Add new testimonial 

Dengan Cinta yang murni

Bhagavad-Gītā 9.26patraṁ puṣpaṃ phalaṁ toyaṁ
yo me bhaktyā prayacchati
tad ahaṁ bhakty-upahṛtam
aśnāmi prayatātmanaḥ  "Jika seseorang mempeprsembahkan daun, bunga, buah, atau air dengan cinta-bhakti yang murni kepada-Ku, maka Aku akan menerimanya."

Karunia Istimewa

Bhagavad-Gītā 10.11 teṣāmm evānukampārtham
aham ajñāna-jaṁ tamaḥ
nāśayamy ātma bhāva-stho
jñāna-dīpena bhāsvatā  "Untuk memperlihatkan karunai istimewa kepada mereka, Aku yang bersemayam didalam hatinya, membinasakan kegelapan yang dilahirkan dari kebodohan dengan lampu pengetahuan yang cemerlang."

Mantap Menatap Tujuan

Śrīmad-Bhāgavatam 3.31.47 tasmānn na kāryaḥ santrāso
na kārpaṇyam na sambhramaḥ
buddhvā jīva-gatiṁ dhīro
mukta-saṅgaś cared iha  "Oleh sebab itu, orang hendaknya tidak memandang kematian sebagai hal yang menakutkan, atau pun menyamakan badan dengan roh. Orang juga hendaknya tidak memberi jalan untuk terlalu membesar-besarkan kegiatan menikmati kebutuhan badan dalam hidup ini. Dengan menginsafi sifat sejati mahluk hidup, orang hendaknya berkegiatan di dunia ini bebas dari ketidakterikatan dan mantap menatap tujuan."

Ciri-ciri Orang Suci

Śrīmad-Bhāgavatam 3.25.21 titikṣavaḥ kāruṇikāḥ
suhṛdaḥ sarva-dehinām
ajāta-śatravaḥ śāntāḥ
sādhavaḥ sādhu-bhūṣaṇāḥ  "Tanda-tanda seorang sādhu (suci) adalah bahwa ia toleran, penuh karunia (berbelas kasih), dan bersahabat dengan semua mahluk hidup. Dia tidak memiliki musuh, damai, dan mematuhi ajaran-ajaran kitab suci, dan seluruh wataknya mulia."

Mencapai Tujuan Yang Paling Utama

Bhagavad-Gītā 13.35kṣetra-kṣetrajñayor evam
antaraṁ jñāna-cakṣuṣā
bhūta-prakṛti-mokṣaṁ ca
ye vidur yānti te param  "Orang yang melihat dengan mata pengetahuan perbedaan antara badan dan yang mengetahui badan (sang roh), dan juga mengerti proses pembebasan dari ikatan material, mencapai Tujuan Yang Paling Utama."

Mengapa seorang perlu mengenal kegiatan rohani Tuhan?

Bhagavad-Gītā 4.9 janmaa karma ca me divyam
evaṁ yo vetti tattvataḥ
tykatvā dehaṁ punar janma
naiti mām eti so 'rjuna  "Seorang yang memahami sifat rohani kemunculan dan kegiatan-Ku (Tuhan), tidak akan dilahirkan lagi ke dunia material ini setelah meninggalkan badannya, melainkan dia akan mencapai tempat tinggal-Ku yang kekal, wahai Arjuna."

Tidak ada Kebenaran yang Lebih Tinggi

Bhagavad-Gītā 7.7 mattaḥḥ parataraṁ nanyāt
kiñcid asti dhanañjaya
mayi sarvam idaṁ protaṁ
sūtre maṇi-gaṇā iva  "Wahai perebut kekayaan (Dhanañjaya), tidak ada kebenaran yang lebih tinggi daripada-Ku (Tuhan). Segala sesuatu bersandar kepada-Ku, bagaikan mutiara di-ikat pada seutas tali."

Janji Tuhan

Bhagavad-Gītā 9.22ananyāś cintayanto māṁ
ye janāḥ paryupāsate
teṣāṁ nityābhiyuktānāṁ
yoga-kṣemaṁ vahāmy aham  "Tetapi seorang yang selalu menyembah-Ku dengan rasa bhakti tanpa tujuan yang lain (selain mencintai-Ku) dan bersemadi pada wujud rohani-Ku, maka Aku bawakan apa yang dibutuhkannya dan Aku memelihara apa yang dimilikinya."

Rumah yang Kekal

Bhagavad-Gītā 8.20 parass tasmāt tu bhāvo 'nyo
'vyakto 'vyaktāt sanātanaḥ
yaḥ sa sarveṣu bhūteṣu
naśyatsu na vinaśyati  "Namun ada alam lain yang tidak terwujud, kekal, dan melampaui alam ini yang terwujud dan tidak terwujud. Alam itu bersifat utama dan tidak pernah dibinasakan. Bila seluruh dunia ini dilebur, bagian itu tetap pada kedudukannya."

Tidak Akan Pernah Binasa

Bhagavad-Gītā 9.31

kṣipraṁ bhavati dharmātmā
śaśvac-chāntiṁ nigacchati
kaunteya pratijānīhi
na me bhaktaḥ pranaśyati

"Dalam waktu yang dekat ia menjadi lebih saleh dan mencapai kedamaian yang abadi. Wahai putra Kuntī, nyatakanlah dengan berani bahwa penyembah-Ku tidak akan pernah binasa."

Sifat alami pikiran

Bhagavad-Gītā 6.34cañcalaṁ hi manaḥ kṛṣṇa
pramāthi balavad dṛḍham
tasyahaṁ nigrahaṁ manye
vāyor iva su-duṣkaram  "Sebab pikiran gelisah, bergelora, keras dan kuat sekali, Oh Kṛṣṇa, dan hamba pikir menaklukkan pikiran lebih sulit daripada mengendalikan angin."

Tujuan Tuhan Turun ke Dunia Material

Bhagavad-Gītā 4.8 Paritrāṇāyaa sādhūnāṁ
vināśāya ca duṣkṛtaṁ
dharma-saṁsthāpanārthāya
sambhvāmi yuge yuge

"(1) Untuk menyelamatkan orang-orang saleh, (2) membinasakan orang-orang jahat, dan (3) untuk menegakkan kembali prinsip-prinsip dharma, Aku sendiri muncul pada setiap zaman."

Mengalahkan hawa nafsu

Bhagavad-Gītā 4.34

evaṁ bhuddheḥ paraṃ buddhvā 

saṁstabhyātmānam ātmanā 

jahi śatruṁ mahā-bāho 

kāma-rūpaṁ durāsadam

"Dengan mengetahui dirinya melampaui indria-indria material, pikiran dan kecerdasan, hendaknya seorang memantapkan pikiran dengan kecerdasan rohani yang bertabah hati (kesadaran Krishna), dan dengan demikian - melalui kekuatan rohani, mengalahkan hawa nafsu, musuh yang tidak pernah puas, wahai Arjuna yang berlengan perkasa."

Kita semua Kekal

Bhagavad-Gītā 2.12na tv evāham jātu nāsaṁ
na tvaṁ neme janādhipāḥ
na caiva na bhaviṣyāmaḥ
sarve vayam ataḥ param"Pada masa lampau tidak pernah ada suatu saat pun Aku, engkau maupun semua raja ini tidak ada; dan pada masa yang akan datang tidak satu pun diantara kita semua akan lenyap."

Kecerdasan yang Mantap

Bhagavad-Gītā 2.61 tānii sarvāṇi saṃyamya yukta asīta mat-paraḥ
vaśe hi yasyendriyāṇi tasya prajñā pratiṣṭhitā  "Orang yang mengekang idan mengendalikan indria - indria sepenuhnya dan memusatkan kecerdasannya sepenuhnya kepada-Ku (Tuhan), dikenal sebagai orang yang mempunyai kecerdasan yang mantap."

Pengetahuan sebagai penerang kehidupan

 Bhagavad-Gītā 5.16 Jñanenaa tu tad ajñānaṁ
yeṣām naśitam ātmanaḥ
teṣām āditya-vaj jñānaṁ
prakāsayati tat param  "Akan tetapi, apabila seseorang dibebaskan dari kebodohan dengan pengetahuan yang membinasakan kebodohan, pengetahuannya mengungkapkan segala sesuatu, seperti matahari menerangi segala sesuatu pada waktu siang."

Rumus Kedamaian

Bhagavad-Gītā 5.29Bhoktāram yajña-tapasāṁ
sarva-loka-maheśvaram
suhrdaṁ sarva-bhūtānāṁ
jñātvā māṁ śāntim ṛcchati  "Orang sadar kepada-Ku sepenuhnya, karena ia mengenal Aku sebagai Penerima utama segala korban suci dna pertapaan, Tuhan Yang Mahaesa sebagai Penguasa semua planet dan dewa, dan Penolong yang mengharapkan kesejahteraan semua mahluk hidup, akan mencapai kedamaian dari penderitaan kesengsaraan material."

Lakukan Tugas dan Kewajibanmu

Bhagavad-Gītā 2.47



karmaṇy evādhikāras te
mā phalesu kadācana
mā karma-phala-hetur bhūr
mā te sango 'stv akarmaṇi


"Engkau berhak melakukan tugas kewajibanmu yang telah ditetapkan, tetapi engkau tidak berhak atas hasil perbuatan. Jangan menganggap dirimu sebagai penyebab hasil kegiatanmu, dan jangan terikat pada kebiasaan tidak melakukan kewajibanmu."

Prinsip toleransi dalam organisasi ISKCON

Para bhakta hare krsna yang berlindung di institusi ISKCON diajarkan prinsip - prinsip toleransi yang universal. Bahkan di kegiatan - kegiatan internasional, mereka ikut memperkenalkan budaya Bali. Hal tersebut mendatangkan banyak apresiasi. Ini adalah salah satu bukti bahwa ISKCON mencintai Budaya Bali.

Semoga semua alam semesta mujur

Śrīmad-Bhāgavatam 5.18.9

svasty astu viśvasya khalaḥ prasīdatāṃ
dhyāyantu bhūtāni śivaṁ mitho dhiyā
manaś ca bhadraṁ bhajatād adhokṣaje
āveśyatāṁ no matir apy ahaitukī

Semoga ada kemujuran di seluruh alam semesta, dan semoga semua orang yang iri hati bisa ditenangkan. Semoga semua mahluk hidup menjadi damai dengan mempraktikkan bhakti-yoga, sebab dengan menekuni bhakti mereka akan saling memikirkan kesejahteraan satu sama lain. Karena itu mari kita tekun dalam pelayanan kepada Kepribadian Rohani yang Tertinggi, Śrī Kṛṣṇa, dan selalu tetap khusuk berpikir tentang Beliau.

ISKCON tidak membuat masalah di Bali

Banyak berita beredar di medsos bahwa ISKCON atau yang dikenal dengan hare krishna tidak mengikuti adat atau aturan yang diminta di Bali. Saya pribadi mengikuti aturan tersebut dan aktif dalam banjar, gotong royong dan semua kegiatan di bali. Merasa di asingkan di tanah kelahiran sendiri itu yang kami rasakan. Jika ada permasalahan baiknya dilaksanakan dengan komunikasi yang baik dan cair.

Berpikir tentang-Ku Senantiasa

Bhagavad Gita 9.34man-manā bhava mad-bhakto
mad-yājī māṁ namaskuru
mām evaiṣyasi yuktvaivam
ātmānaṁ mat-parāyaṇaḥ

Berpikirlah tentang-ku senantiasa, jadilah penyembah-Ku, bersujud kepada-Ku dan menyembah-Ku. Dengan berpikir tentang-Ku sepenuhnya secara khusuk, pasti engkau akan datang kepada-Ku.

Perlindungan Śrī Rāmacandra

"Ini adalah sumpahku bahwa siapapun yang bahkan hanya sekali saja berserah diri kepada-Ku dengan berkata "Wahai Tuhanku yang tercinta, mulai hari ini hamba adalah milik-Mu" dan berdoa kepada-Ku untuk disemangatkan, Aku segera akan memberikan semangat kepada orang tersebut dan dia akan selalu dalam keadaan yang aman sejak saat itu dan seterusnya."[ Rāmāyaṇa 6.18.33 ]